Senin, 24 Juni 2013

PISAH SAMBUT KAPOLRES DUMAI

LAPMI DUMAI - Kesatuan Polisi Resort (Polres) Dumai, menggelar acara pisah sambut di Ball Room Grand Zuri Dumai dalam rangka perpisahan Kapolres yang lama dari AKBP Rustiawan Bulkaini, SH, MSi kepada AKBP Yudi Kurniawan SIk, Seni (24/6/2013). Dalam acara itu juga, dihadiri oleh Walikota Dumai beserta Wakil Walikota Dumai dan unsur Forkompimda, Sekretaris Daerah kota Dumai, kepala SKPD Kota Dumai serta para pengusaha Kota Dumai. AKBP Rustiawan dalam sambutannya mengatakan, berterimakasih kepada anggota Polres Dumai yang telah bekerja semaksimal mungkin dibawah pimpinannya. juga Ucapan terima kasih yang banyak kepada masyarakat kota Dumai, serta para pengusaha yang telah banyak membantu Kapolres Kota Dumai dibawah pimpinannya Selama ini. "Saya juga mengingatkan kepada para anggota untuk tetap menjaga nama baik Polres Dumai, serta kembali ke jati diri sebagai Polisi sesungguhnya," ujar lulusan Akpol ini Ia juga menitip pesan kepada Kapolres yang baru, untuk tetap merangkul seluruh masyarakat, demi menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi melayu Kota Pengantin berseri ini. Untuk diketahui, AKBP Rustiawan akan bertugas ditempat yang baru di Balikpapan Kalimantan. Dilanjutkan kata sambutan dari Kapolres Dumai yang baru AKBP Yudi Kurniawan, SIK, M,Si, tetap memberikan ucapan terima kasih kepada rekannya Rustiawan yang telah bekerja keras menjaga kamtibmas dikota Dumai, awalnya beliau mengomentari atas kedatangannya ke Dumai disambut Asap tebal kemudian ada beberapa hal yang menjadi konsentrasi Kapolres yang baru yaitu ; 1. Tidak lama lagi Ramadhan bulan suci umat islam segera datang dan dilanjutkan Hari raya idul fitri 2. Pasca Idul fitri kita disibukkan dengan pengamanan Pilgubri Riau 3. Pasca Idul Fitri dilanjutkan dengan Pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI Harapannya agar seluruh masayarakat Dumai menerima beliau sebagai Warga Dumai dan bisa menjaga kondisi Dumai tetap kondusif. Harapan HMI cabang Dumai Andi Kurniawan Ketua bidang PTKP kedepan terhadap Kapolres kota Dumai yang baru agar dapat menuntaskan kasus-kasus yang masih belum terselesaikan diantaranya ada Ipal, Pengadaan Air Bersih yang telah menelan milyaran APBD kota Dumai, juga kasus dugaaan SPPD Fiktif, dan penggunaan Bantuan Sosial yang tidak tepat sasaran. ini harus menjadi perioritas Kapolres Dumai beserta kejaksaan Negeri kota Dumai. Serta menindak tegas terhadap pembakar lahan yang menimbulkan kabut asap yang semakin hari semakin meningkat. Kasihan masyarakat yang tidak tahu apa apa menjadi korban terhadap Orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kebakaran di Riau di Dumai pada khususnya tidak hanya kali ini melainkan setiap tahun dan kita berharap pemerintah provinsi Riau, pemerintah kota Dumai pada khususnya agar melaksanakan pencegahan Dini terhadap kebakaran lahan, dan ini tidak tertutup kemungkinan kepada pengusaha Perkebunan agar selalu memperhatikan Aspek kesehatan masyarakat kota Dumai dan Riau pada khususnya. ****

Jumat, 09 November 2012

Refleksi Hari Pahlawan 10 Nopember

Memaknai Hari Pahlawan 10 November 2012 Sejenak kita menundukkan kepala dalam keheningan untuk bisa membaca sejarah masa lalu bangsa ini. Ketika kita mereview kembali masa-masa dimana bangsa ini dijajah oleh penjajah yang terlihat jelas. Hari ini bertepatan tanggal 10 November 2012, dimana hari ini adalah momentum yang sangat bersejarah terutama untuk bangsa Indonesia. Seperti dikatakan pepatah” bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya”. Dimana pada 67 tahun silam para pahlawan kita gugur dalam mempertahankan kedaulatan negara yang hendak dirampas oleh tentara belanda yang bertempat di Surabaya. Dalam pertempuran itu banyak para pahlawan yang jatuh berguguran. Sehingga bung Karno menyebutnya peristiwa tersebut merupakan peristiwa heroic. Pada waktu itu berbagai kota di Surabaya dihujani bom, sangat tidak berprikepmanusiaan tembakan meriam dari laut maupun darat bahkan ribuan orang meninggal. Namun semangat dan nilai patroitisme juga terus berkobar. Selain kiyai-kyai jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya turut mengerahkan santri-santri mereka untuk memperjuangkan Surabaya. Dalam peristiwa ini kita juga mengenal pelopor muda yakni bung Tomo dan lainnya. Nilai-nilai kepahlawanan itu yang seharusnya menjadi semangat juang untuk generasi penerusnya. Bukan hanya peringatan simbolik saja, namun juga harus di maknai dengan nilai-nilai juang serta semangat yang ditularkan para pahlawan untuk generasi mendatang. Surabaya menjadi saksi kepahlawanan, itu sebabnya untuk mengenang para pahlawan yang gugur dipertempuran kota ini membangun Monumen Tugu Pahlawan. Persisnya monument Tugu pahlawan itu berada di tengah-tengah kota, tepatya di jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat kantor Gubernur Jawa Timur. Tujuan didirikann monumen ini tentunya untuk mengenang para pahlawan yang berjuang di Surabaya. Peristiwa ini juga sangat dimaknai besar oleh indonesia, Peristiwa berdarah ini harusnya menjadi pembelajaran bagi bangsa dan juga diri kita sendiri. Semangat juang sampai titik darah penghabisan pahlawan arek-arek suroboyo kiranya mampu membuktikan kita semua akan jiwa kepedulian dan kebersamaan antar sesama bangsa Indonesia. Kendati semangat juang berkobar bagi para pahlawan yang telah mendahului kita, sebagai generasi muda tentunya kita harus menghargai semangat juang para pahlawan itu. Kondisi kekinian, kita dihadapkan oleh permasalahan bangsa yang tidak kunjung usai, peran Generasi Muda untuk selalu menjadi mediasi, bahkan mengontrol pemerintahan ini, bukankan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, tapi sebagai penguasa yang mengatas namakan rakyat mereka lebih mementingkan individu dalam mencapai misi segelintir orang. Nah pertanyaannya kapankan kita nikmati kemerdekaan ini sementara kita dijajah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang selalu mengatas namakan rakyat. Rakyat Indonesia harus bangkit bahkan melawan segala tidakan pembodohan yang di tenggarai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mari kita merenung serta mendoakan para pahlawan kita, Berdoa Muuuulaaaiiii.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com