Sabtu, 16 Juni 2012



4 (EMPAT)  KUNCI SURGA SEORANG WANITA
Oleh 
NANA ERDIAYANA

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh
Surga adalah idaman dan harapan setiap orang beriman, ia adalah akhirperjalanan bagi semua orang yang taat dan patuh kepada Allah Subhanahu waTa'aladengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Untuk menggapai surga, maka pentingnya seseorang untuk mengetahui kunci yangdengannya dia dapat membuka pintu surga dan masuk ke dalamnya.
Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam pernah menyebutkan kuncisurga yang khusus disediakan untuk para wanita yang kebanyakan kelak menjadipenghuni neraka sebagaimana yang pernah dinyatakan oleh beliau juga. Denganmeraih kunci ini, niscaya dia tidak termasuk ke dalam golongan para wanita penghuni neraka.
Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam telah merangkum kunci surga muslimahdalam empat perkara, dari Abdurrahman bin Auf berkata, Rasulullah shallallaahu'alaih wasallam bersabda, "Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu,berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya diamasuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan." (HR. Ahmad nomor1661, hadits hasan lighairihi).
Satu hal yang terpetik dari sabda Nabi shallallaahu 'alaih wasallam di atasadalah bahwa beliau hanya menyebutkan perkara-perkara yang masuk ke dalamjangkauan seorang muslimah, di mana seorang muslimah mampu melaksanakannyatanpa bergantung kepada orang lain atau bergantung kepada suaminya, di siniRasulullah shallallaahu 'alaih wasallam tidak menyinggung, misalnya, haji,karena pelaksanaan ibadah ini oleh seorang muslimah bergantung kepada suatuperkara yang mungkin tidak dimilikinya, seperti tersedianya bekal haji atautersedianya mahram, di sini Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam juga tidakmenyinggung zakat, karena perkaranya kembali kepada kepemilikan harta dan padaumumnya ia berada di tangan kaum laki-laki, karena harta adalah hasil bekerjadan yang bekerja pada dasarnya adalah kaum laki-laki.
Kunci pertama, menjaga shalat lima waktu
Shalat adalah ibadah teragung, hadir setelah ikrar dua kalimat syahadat,satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan 'tidak mampu', wajib dikerjakandalam keadaan apa pun selama hayat masih dikandung badan dan akal masih bekerjadengan baik, pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan, tidakheran jika suatu ibadah dengan kedudukan seperti ini merupakan salah satu kuncisurga.

Jika menjaga shalat adalah kunci surga, maka sebaliknya menyia-nyiakannyaadalah gerbang neraka, ketika para pendosa dicampakkan ke dalam neraka, merekaditanya, apa yang membuat kalian tersungkur ke dalam neraka? Mereka menyebutkanrentetan dosa-dosa yang diawali dengan meninggalkan shalat. Allah SubhanahuwaTa'ala berfirman, artinya, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?'Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakanshalat." (QS.al-Muddatstsir: 42)
Perkara menyia-nyiakan shalat tidak jarang terjadi pada kaum muslimin secaraumum dan kaum muslimat secara khusus, banyak alasan dan hal yang membuat merekaterjerumus ke dalam perbuatan tidak terpuji ini, di antara mereka ada yangmenyia-nyiakan shalat karena malas dan meremehkan, di antara mereka ada yangterlalaikan oleh kesibukan hidup, sibuk bekerja, sibuk memasak, sibuk mengurusirumah tangga, sibuk mengurusi anak-anak dan suami, sibuk dengankegiatan-kegiatan lainnya sehingga ibadah shalat terbengkalai, padahal ibadahshalat tidak menerima alasan apa pun yang membuatnya tersia-siakan, dan AllahSubhanahu waTa'ala telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak terlalaikanoleh dunia dari mengingatNya, termasuk mengingatNya melalui ibadah shalat.

Firman Allah Subhanahu waTa'ala, artinya, "Hai orang-orang beriman,janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapayang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS.al-Munafiqun: 9).
Menjaga shalat lima waktu mencakup menjaga waktunya dalam arti melaksanakannyatepat waktu, tidak menundanya dan mengulur-ulur waktunya sampai waktunya hampirhabis, atau bahkan membiarkannya habis, ini adalah shalat orang-orang munafik,dan seorang muslimah tidak patut bermental munafik dalam ibadah shalat.
Menjaga shalat mencakup menjaga syarat-syarat dan rukun-rukunnya di mana shalattidak sah tanpanya, menjaga wajib-wajib dan sunnah-sunnahnya yang merupakanpenyempurna bagi ibadah shalat, semua ini menuntut seorang muslimah untukbelajar dan membekali diri dengan ilmu yang shahih tentang shalat. Tanpa ilmuyang shahih tidak akan terwujud menjaga shalat.
Kunci kedua, berpuasa di bulannya
Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kunci surga, lebih dari itu di surgatersedia sebuah pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa yang dikenal dengan'ar-Rayyan', pintu masuk para shaimin secara khusus, jika mereka telah masuk,maka ia akan ditutup.
Di samping berpuasa sebagai kunci surga, ia juga merupakan tameng dan pelindungdari neraka, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam menyatakan, ash-shaumujunnah, puasa adalah tameng atau pelindung, yakni dari api neraka.
Karena puasa merupakan salah satu kunci surga sekaligus pelindung dari nerakamaka seorang muslimah harus menjaganya, dalam arti melaksanakannya dengan baik,memperhatikan syarat, rukun dan pembatalnya, karena tanpanya dia tidak mungkinberpuasa dengan baik.


Seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha puasa Ramadhan dihari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidakmungkin berpuasa secara penuh, jangan sampai Ramadhan berikut hadir sementaradia belum melunasi hutang puasanya, perkara mengqadha puasa di hari lain inisering terlupakan atau terabaikan, karena kesibukan hidup, padahal ia adalahhutang yang jika tidak dilaksanakan maka seorang muslimah tidak bisa dikatakantelah berpuasa di bulannya, selanjutnya dia gagal meraih kunci kedua darikunci-kunci masuk surga, dari sini bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadhaadalah sikap bijak, karena penundaan terkadang malah merepotkan danmenyulitkan.

Kunci ketiga, menjaga kehormatan.
Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan, hanya wanita shalihah yang akanmasuk surga, shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa sifat danakhlak, salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga kehormatan diri. AllahSubhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "Wanita yang shalih ialah yang taatkepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telahmemelihara (mereka)." (QS. an-Nisa`: 34).
Ayat ini menetapkan bahwa memelihara diri meruapakan wujud dari ketaatanseorang wanita shalihah kepada Allah kemudian kepada suaminya.
Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik wanita adalahwanita yang jika kamu melihat kepadanya, maka kamu berbahagia, jika kamumemerintahkannya maka dia menaatimu, jika kamu bersumpah atasnya maka diamemenuhinya dan jika kamu meninggalkannya, maka dia menjagamu pada diri danhartamu." (HR. an-Nasa`i)
Menjaga kehormatan berarti membentengi diri dari perkara-perkara yang mencorengdan merusak kehormatan, yang menodai dan menggugurkan kemuliaan, dengan tetap bersikapdan bertingkah laku dalam koridor tatanan syariat yang suci lagi luhur
Menjaga kehormatan di zaman di mana ajakan dan propaganda kepada kerusakan danperbuatan keji semakin meningkat dan menguat, seruan dan arus serangan yangditujukan kepada wanita-wanita muslimah dengan agenda dan maksud terselubungsemakin gencar, menjaga kehormatan di zaman seperti ini terasa demikian sulitdan berat, para penyeru dan para jurkam kerusakan membidik wanita muslimahsebagai sasaran, mereka memakai dan menggunakan cara-cara yang melenakan danmenggiurkan dengan nama kemajuan, modernisasi, pemberdayaan, pengentasan,pembebasan dan kedok-kedok palsu lainnya, zhahiruhu fihi ar-Rahmah, wabathinuhu ya`ti min qibalihi al-adzab, racun di balik kelembutan ular berbisa
Dari sini maka seorang wanita muslimah harus jeli dan cermat sehingga dia tidaktermakan oleh rayuan gombal para serigala yang berbulu domba, hendaknya seorangmuslimah tetap berpegang kepada aturan-aturan dan rambu-rambu Islam yang luhurlagi suci karena di sanalah terkandung kebersihan dan kesucian diri, hendaknyaseorang muslimah menimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengantimbangan dan ukuran syar'i yang baku dan menyeluruh, hal ini agar dia selamatdan tidak terjerumus ke dalam perkara-perkara yang merusak kemuliaan dankehormatannya.

Kunci keempat, menaati suami.
Menaati suami merupakan lahan dan medan besar dan luas bagi seorang muslimah,ia merupakan ladang ibadah bagi seorang muslimah yang sesungguhnya setelahpenghambaannya kepada Rabbnya. WALLAHU A'LAM

Minggu, 25 Desember 2011

TEORI KONSPIRASI

TEORI KONSPIRASI

Teori konspirasi adalah dugaan tentang konspirasi yang sebenarnya atas dasar indikasi, saat muncul kecurigaan atau adanya petunjuk. Jika teori konspirasi diperkuat oleh suatu bukti yang definitif, maka terbongkarlah konspirasi dan berakhir. Tetapi sering bukti nyata yang definitif semacam itu tidak bisa diperoleh. Sifat khusus yang membuatnya menjadi menarik karena mengurangi kompleksitas. Berbagai penyebab kejadian yang rumit dan berlapis-lapis disederhanakan dalam bentuk kambing hitam. Fungsi teori konspirasi dalam mereduksi keterkaitannya yang rumit menjadi sederhana membuatnya menjadi alat ideal bagi propaganda dan agitasi.

Teori konspirasi sejatinya lahir dari bangunan prakonsepsi, asumsi, praduga atau bahkan imajinasi yang sudah terbangun mendahului fakta. Hal seperti ini sangat sulit untuk dipertanggungjawabkan. Menurut Dr. Syafii Anwar, teori konspirasi menjadi masalah besar ketika masuk pada tiga area. Pertama, ketika teori konspirasi mengarah kepada apa yang disebut sebagai pharanoia within reason. Jadi, selalu ada semacam pharanoia atau ketakutan yang berlebihan yang selalu mengikut dalam akal manusia. Hal ini sesuai dengan yang disebut Freud, pencetus psikoanalis, sebagai penyebab dari mimpi, yakni ketakutan atau keinginan yang berlebihan yang selalu menekan alam bawah sadar manusia. Kedua, teori konspirasi juga mengembangkan apa yang dalam ilmu komunikasi disebut sebagai systematically distortion of information, informasi yang didistorsi sedemikian rupa secara sistematis sehingga sulit untuk dipertanggungjawabkan. Pasti kita juga ingat pepatah yang mengatakan bahwa kebohongan yang diulang seribu kali akan menjadi sebuah kebenaran. Ketiga, teori konspirasi juga selalu mengarah kepada terrorizing of the truth. Karena sulit dibuktikan, maka pernyataan yang berbau konspiratif justru menjadi teror bagi kebenaran.

Konspirasi adalah suatu bentuk interaksi yang terjadi diantara beberapa orang dan biasanya bersifat rahasia, menunjukkan keterfokusan dalam suatu pokok tujuan dan ketika teraktualisasi akan menimbulkan ketidakpuasan atau keterkejutan diantara pihak yang lainnya

Contoh-contoh pernyataan yang saya ajukan di awal tulisan ini memenuhi tiga kriteria mengenai teori konspirasi. Pernyataan Kepala. BAIS TNI mengandung pharanoia, dengan mencantumkan Imparsial sebagai kelompok radikal. Dari statemen itu jelas terlihat watak politik TNI yang masih juga menganggap setiap kegiatan warga negara yang kritis dan ilmiah merupakan sebuah kegiatan yang merongrong kewibawaan negara sehingga bisa dikategorikan sebagai ancaman. Demikian pulan pernyataan Syamsir Siregar di DPR adalah pernyataan yang berasal dari pharanoia within reason, praduga subjektif dan dibangun di atas ketakutan yang berlebihan, ketika GAM, kelak akan memenangi pertarungan dalam Pilkada Aceh. Demikian pula pernyataan Pangdam VII Wirabuana yang menuduh eks PKI sebagai dalang aksi teror bom di Poso, Sulawesi Tengah, juga didasarkan pada ketakutan dan kebencian yang terekam di kepalanya tentang hantu komunisme. Pernyataan Kepala BAIS dan Syamsir juga memenuhi kriteria systematically distortion of information. Tuduhan bahwa Imparsial aktif dalam mendukung gerakan separatis di tanah air adalah sebuah disinformasi yang mistik dan abnormal, sebab pernyataan seperti itu juga sangat sulit dibuktikan, mendahului fakta lapangan. Dalam kasus pernyataan Syamsir, seharusnya beliau mengajukan indikator-indikator tentang eskalasi konflik maupun fakta-fakta analisa mengenai potensi munculnya konflik menjelang Pilkada Aceh, bukan malah mendahului fakta dengan menyatakan bahwa potensi konflik dikarenakan adanya calon yang berasal dari GAM dan non-GAM, sehingga sangat besar kemungkinan malah akan merangsang timbulnya potensi konflik, sebab masyarakat yang tadinya tidak berpikir ke arah itu malah menjadi menduga-duga dan resah setelah keluarnya statemen itu. Inilah yang kemudian disebut sebagai distorsi informasi atau disinformasi. Kriteria mengenai terrorizing of the truth juga terpenuhi dengan keluarnya pernyataan Syamsir dan Kepala BAIS itu. Bagaimana tidak, belum ada tanda-tanda konflik menjelang Pilkada di Aceh, semua berjalan wajar-wajar saja, namun jika suatu saat ada gesekan di masyarakat maka pernyataan Syamsir akan menjadi referensi utama dalam community mind. Semua akan berpikir bahwa segala sesuatu terjadi diakibatkan oleh dikotomi yang telah sengaja dibangun oleh Syamsir, GAM dan non-GAM. Khusus untuk Kepala BAIS, jelas dia telah melakukan upaya meneror kebenaran melalui pernyataan tersebut. Sebab, dengan demikian BAIS sebagai badan intelijen perang telah mengategorikan Imparsial dan kegiatannya sebagai musuh negara, dan mengesampingkan kebenaran bahwa sikap oposan Imparsial adalah hak politik warga negara yang dilindungi konstitusi.

Statemen yang berbau konspiratif harusnya tidak lagi diucapkan oleh orang-orang yang tidak memiliki kompetensi untuk menyatakan hal-hal yang berbau ramalan. Ramalan yang berbau konspiratif seperti itu hanya bisa dinyatakan oleh orang yang bermain di wilayah mistik atau berprofesi sebagai paranormal. Di sisi lain, pernyataan itu dengan mudah akan menjadi komoditas politik. Terbukti setelah pernyataan Syamsir, dua orang anggota DPR RI Dedy Djamaluddin Malik (PAN).

Konspirasi adalah suatu bentuk interaksi yang terjadi diantara beberapa orang dan biasanya bersifat rahasia, menunjukkan keterfokusan dalam suatu pokok tujuan dan ketika teraktualisasi akan menimbulkan ketidakpuasan atau keterkejutan diantara pihak yang lainnya.

Teori Konspirasi

Konspirasi (conspirare = bernafas bersama) secara evolusi telah terjadi sejak 2,5 milyar tahun yaitu konspirasi bakteriologis yang dilakukan RNA dan protein untuk melahirkan sebanyak mungkin kehidupan di muka bumi ini. Program kerjasama tersebut bersifat tidak ada naskah, tidak ada sandi, tidak juga jejak material. Elemen konspiratif evolusi tidak bisa dikenali dengan sekedar meneliti satuan-satuannya secara terpisah. Semuanya baru jelas ketika memperhatikan jalinan kerjasama sebagai suatu keterkaitan menyeluruh.Otak manusia adalah produk paling berkembang dan paling rumit yang pernah dilahirkan oleh mikroba inteligensia. Saking rumitnya, sehingga penyandangnya, manusia itu sendiri,tidak memahaminya. Ini merupakan kenyataan bahwa gabungan bakteri tersebut merupakan cabang dari sebuah inteligensia yang lebih tinggi. Kesepakatan rahasia berbagai mikroba untuk bekerjasama ini, mungkin merupakan satu-satunya konspirasi dunia yang ada secara riil dengan satu-satunya tujuan, yaitu (melahirkan) kehidupan.
Ruang pikir konspirologi adalah suatu sekolah penginderaan. Pada awal semua ilmu pengetahuan terdapat histeria. Rasa takut terhadap sesuatu yang tidak bisa diterangkan atau kejadian mengerikan yang terjadi tiba-tiba, merupakan pendorong semua keingintahuan dan kehausan ilmu. Berpikir konspirologis digerakkan oleh rasa takut ini yang bisa membawa kita pada jebakan paradoksal serta irasional.

Teori teori konspirasi adalah dugaan tentang konspirasi yang sebenarnya atas dasar indikasi, saat muncul kecurigaan atau adanya petunjuk. JIka teori konspirasi diperkuat oleh suatu bukti yang definitif, maka terbongkarlah konspirasi dan berakhir. Tetapi sering bukti nyata yang definitif semacam itu tidak bisa diperoleh. Sifat khusus yang membuatnya menjadi menarik karena mengurangi kompleksitas. Berbagai penyebab kejadian yang rumit dan berlapis-lapis disederhanakan dalam bentuk kambing hitam. Fungsi teori konspirasi dalam mereduksi keterkaitannya yang rumit menjadi sederhana membuatnya menjadi alat ideal bagi propaganda dan agitasi.



Contoh permainan besar yang dilakukan oleh IMF

  1. Ciptakan suatu kerusuhan hingga semua modal lari ke negara lain.
  2. Kaitkan pemberian kredit lewat IMF dan Bank Dunia dengan "privatisasi" secara maksimal semua aset publik, suap orang yang bertanggung jawab dan menguasai industri kunci.
  3. Perintahkan pengurangan anggaran belanja, tindakan penghematan, penghapusan sistem sosial dll untuk tujuan konsolidasi, demi menjamin pembayaran kredit. Dalam pada itu terima saja resiko penurunan yang drastis produksi dalam negeri, pemberontakan rakyat dan larinya kapital.
  4. Jika perekonomian hancur sama sekali dan negeri itu tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sendiri, buka batas bea cukai untuk produk dari luar dan minta harga tinggi dan bunga untuk semua kebutuhan pokok.
  5. Dirikan pemerintahan militer yang mengelola negara bagaikan perusahaan, yang akan menjalankan perdagangan daerah "koloni" yang kembali menguntungkan dan sedini mungkin mematikan kemungkinan munculnya pemberontakan budak belian.

(Teori Konspirasi dan Konspirasi rahasia 11.9 - Mathias Brockers)

Intelijen dan Teori Konspirasi

Dalam sebuah seminar di Departeman Pertahanan RI pada tanggal 29 September 2006 Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menyatakan bahwa Imparsial merupakan salah satu “kelompok radikal” yang bisa didefinisikan sebagai ancaman dalam perspektif internal dan transnasional. Pada hari yang sama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, seperti dimuat di salah satu koran nasional edisi 29 September 2006, menyatakan bahwa potensi terjadinya konflik dalam pilkada di Aceh sangat besar. Pernyataan serupa juga pernah dikeluarkan BIN menjelang Pemilu 2004, dan seolah-olah sudah menjadi langganan, menjelang hari-hari besar keagamaan semisal Idul Fitri ataupun Natal, BIN juga selalu mengeluarkan pernyataan tentang kemungkinan akan terjadinya tindakan sebuah pengeboman atau aksi teror dalam berbagai bentuk. Pada saat bom meledak di Poso tahun 2006, Pangdam VII Wirabuana juga berdasarkan laporan intelijen menyatakan bahwa aksi teror bom di Palu dan Poso didalangi oleh eks anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Beberapa minggu berikutnya, ketika pelaku tertangkap, ternyata pelaku adalah eks anggota TNI. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang sulit ditemukan dari statemen-statemen yang didasarkan pada laporan intelijen yang bersifat konspiratif.

Ruang pikir konspirologi bermula pada awal semua ilmu pengetahuan terdapat histeria. Rasa takut terhadap sesuatu yang tidak bisa diterangkan atau kejadian mengerikan yang terjadi tiba-tiba merupakan pendorong semua keingintahuan dan kehausan ilmu[2]. Berpikir konspirologis digerakkan oleh rasa takut ini yang bisa membawa kita pada jebakan paradoksal serta irasional. Teori konspirasi adalah dugaan tentang konspirasi yang sebenarnya atas dasar indikasi, saat muncul kecurigaan atau adanya petunjuk. Jika teori konspirasi diperkuat oleh suatu bukti yang definitif, maka terbongkarlah konspirasi dan berakhir. Tetapi sering bukti nyata yang definitif semacam itu tidak bisa diperoleh. Sifat khusus yang membuatnya menjadi menarik karena mengurangi kompleksitas. Berbagai penyebab kejadian yang rumit dan berlapis-lapis disederhanakan dalam bentuk kambing hitam. Fungsi teori konspirasi dalam mereduksi keterkaitannya yang rumit menjadi sederhana membuatnya menjadi alat ideal bagi propaganda dan agitasi.

Teori konspirasi sejatinya lahir dari bangunan prakonsepsi, asumsi, praduga atau bahkan imajinasi yang sudah terbangun mendahului fakta. Hal seperti ini sangat sulit untuk dipertanggungjawabkan. Menurut Dr. Syafii Anwar, teori konspirasi menjadi masalah besar ketika masuk pada tiga area. Pertama, ketika teori konspirasi mengarah kepada apa yang disebut sebagai pharanoia within reason. Jadi, selalu ada semacam pharanoia atau ketakutan yang berlebihan yang selalu mengikut dalam akal manusia. Hal ini sesuai dengan yang disebut Freud, pencetus psikoanalis, sebagai penyebab dari mimpi, yakni ketakutan atau keinginan yang berlebihan yang selalu menekan alam bawah sadar manusia. Kedua, teori konspirasi juga mengembangkan apa yang dalam ilmu komunikasi disebut sebagai systematically distortion of information, informasi yang didistorsi sedemikian rupa secara sistematis sehingga sulit untuk dipertanggungjawabkan. Pasti kita juga ingat pepatah yang mengatakan bahwa kebohongan yang diulang seribu kali akan menjadi sebuah kebenaran. Ketiga, teori konspirasi juga selalu mengarah kepada terrorizing of the truth. Karena sulit dibuktikan, maka pernyataan yang berbau konspiratif justru menjadi teror bagi kebenaran.

Contoh-contoh pernyataan yang saya ajukan di awal tulisan ini memenuhi tiga kriteria mengenai teori konspirasi. Pernyataan Kepala. BAIS TNI mengandung pharanoia, dengan mencantumkan Imparsial sebagai kelompok radikal. Dari statemen itu jelas terlihat watak politik TNI yang masih juga menganggap setiap kegiatan warga negara yang kritis dan ilmiah merupakan sebuah kegiatan yang merongrong kewibawaan negara sehingga bisa dikategorikan sebagai ancaman. Demikian pulan pernyataan Syamsir Siregar di DPR adalah pernyataan yang berasal dari pharanoia within reason, praduga subjektif dan dibangun di atas ketakutan yang berlebihan, ketika GAM, kelak akan memenangi pertarungan dalam Pilkada Aceh. Demikian pula pernyataan Pangdam VII Wirabuana yang menuduh eks PKI sebagai dalang aksi teror bom di Poso, Sulawesi Tengah, juga didasarkan pada ketakutan dan kebencian yang terekam di kepalanya tentang hantu komunisme. Pernyataan Kepala BAIS dan Syamsir juga memenuhi kriteria systematically distortion of information. Tuduhan bahwa Imparsial aktif dalam mendukung gerakan separatis di tanah air adalah sebuah disinformasi yang mistik dan abnormal, sebab pernyataan seperti itu juga sangat sulit dibuktikan, mendahului fakta lapangan. Dalam kasus pernyataan Syamsir, seharusnya beliau mengajukan indikator-indikator tentang eskalasi konflik maupun fakta-fakta analisa mengenai potensi munculnya konflik menjelang Pilkada Aceh, bukan malah mendahului fakta dengan menyatakan bahwa potensi konflik dikarenakan adanya calon yang berasal dari GAM dan non-GAM, sehingga sangat besar kemungkinan malah akan merangsang timbulnya potensi konflik, sebab masyarakat yang tadinya tidak berpikir ke arah itu malah menjadi menduga-duga dan resah setelah keluarnya statemen itu. Inilah yang kemudian disebut sebagai distorsi informasi atau disinformasi. Kriteria mengenai terrorizing of the truth juga terpenuhi dengan keluarnya pernyataan Syamsir dan Kepala BAIS itu. Bagaimana tidak, belum ada tanda-tanda konflik menjelang Pilkada di Aceh, semua berjalan wajar-wajar saja, namun jika suatu saat ada gesekan di masyarakat maka pernyataan Syamsir akan menjadi referensi utama dalam community mind. Semua akan berpikir bahwa segala sesuatu terjadi diakibatkan oleh dikotomi yang telah sengaja dibangun oleh Syamsir, GAM dan non-GAM. Khusus untuk Kepala BAIS, jelas dia telah melakukan upaya meneror kebenaran melalui pernyataan tersebut. Sebab, dengan demikian BAIS sebagai badan intelijen perang telah mengategorikan Imparsial dan kegiatannya sebagai musuh negara, dan mengesampingkan kebenaran bahwa sikap oposan Imparsial adalah hak politik warga negara yang dilindungi konstitusi.

Statemen yang berbau konspiratif harusnya tidak lagi diucapkan oleh orang-orang yang tidak memiliki kompetensi untuk menyatakan hal-hal yang berbau ramalan. Ramalan yang berbau konspiratif seperti itu hanya bisa dinyatakan oleh orang yang bermain di wilayah mistik atau berprofesi sebagai paranormal. Di sisi lain, pernyataan itu dengan mudah akan menjadi komoditas politik. Terbukti setelah pernyataan Syamsir, dua orang anggota DPR RI Dedy Djamaluddin Malik (PAN) dan Soeripto (PKS) langsung menyatakan bahwa BIN harus segera menindaklanjuti laporan tersebut sebab menangnya GAM bisa jadi akan membangkitkan kembali Ideologi Kemerdekaan (mungkin karena tidak menemukan kata ganti ideologi komunis sehingga kata ini digunakan) di Aceh.. Sudah saatnya intelijen kita bekerja sebagai intelijen yang profesional, yang benar-benar memberikan konstribusi nyata bagi negara dan proses demokratisasi. ***

[1] Penulis adalah mahasiswa Program Pascasarjana Defense Study ITB, juga pemerhati masalah pertahanan, HAM, serta konflik dan perdamaian di Aceh.

[2] http://mahaonly.blogspot.com/2006/09/teori-konspirasi.html

Template by : kendhin x-template.blogspot.com